"Buat
saya oke oke saja," kata Ny.Myra Edelstein penderita arthritis yang
telah kehilangan satu lututnya dan terancam operasi lutut yang satu nya
lagi . " Dari penderitaan yang ama berat dan takut operasi , kini
kondisi saya membaik berkat dokter wainapel .Maria Asuncion Diaz menambahkan . " Dia tidak memvonis kondisi badan anda berdasarkan penampilan fisik , karena dia tidak melihat. tapi justru dengan begitu dia melihat saksama `melihat` penyakit kita,"
Stanley Wainapel memang tidak buta sejak lahir . Namun sejak muda ia menderita choroideremia , penyakit langka berupa penurunan kualitas retina dan sel sel di belakang mata sadar bahwa suatu hari nanti ia akan mengalami kebutaan, Ia melengkapai "perpustakaan memori nya dengan melancong , mengeluti fotografi dan mendalami musik , Ia main oiano juga menjadi anggota orkes kamar . Orang tuanya , pasangan dokter dan perawat, menyarankan dia untuk menggeluti musik saja . Tetapi ia lebih suka tantangan , dan masuk ke Boston University School of Medicine .
Nyatanya ia berhasil. Atasannya , direktur klinis di rumah sakit itu menyatakan, " untuk menjadi dokter yang baik orang perlu memiliki banyak hal lain , bukan hanya mata . "
No comments:
Post a Comment